BELAJAR HIDUP

Belajar menghidupkan Sunnah Nabi

Arsip untuk Oktober, 2009

TIPS-TIPS UNTUK MEMULAI MENGHAFALKAN ALQUR’AN

Posted by taufik16ma pada Oktober 16, 2009

bismillah…
TIPS-TIPS UNTUK MEMULAI MENGHAFALKAN ALQUR’AN
1. Tentukan skala prioritas. Di level mana kemampuan kita.
Jika bacaan masih kurang sempurna, utamakan membaca dan tangguhkan menghafal serta muroja’ah. Hal ini akan sangat berpengaruh pada kontinuitas interaksi kita. Seringkali seseorang mudah menyerah karena dia selalu ingin terburu-buru dalam banyak hal. Padahal kelancaran bacaan dan pembiasaannya merupakan faktor utama dalam menghafal Al Qur’an.

Jika antum termasuk yang mulai menghafal, untuk sementara membaca Al Qur’an boleh dikurangi kecuali ayat dan surat yang akan dihafal, tapi mulailah seimbangkan antara menghafal dengan muroja’ah. Muroja’ah merupakan aktivitas yang [seringkali] lebih berat dibanding menghafal. Maka harus dilatih secara intens.

Dan jika hafalan sudah banyak, utamakan muroja’ah dibanding menambah hafalan baru [kecuali kita berada di lingkungan khusus, seperti di pesantren, misalnya]. Hal ini untuk menjaga hafalan kita yang lama. Jangan sampai kita menambah hafalan baru tapi melupakan hafalan lama. Intinya adalah kesabaran dan jangan tergesa-gesa.

2. Tentukan waktu wajib.
Cari waktu kita dalam sehari yang merupakan waktu paling luang dan paling efektif untuk berinteraksi dengan Al Qur’an. Dalam arti, di waktu tersebut tidak ada hal-hal lain yang akan mengganggu aktivitas kequr’anan kita. Lalu, patuhi waktu wajib tersebut. jika kita melanggarnya [tidak berinteraksi pada waktu tersebut], usahakan untuk mengqadha sebagai bentuk keseriusan kita.

Waktu wajib bagi setiap orang tentu berbeda. Ada yang sebelum subuh, ada yang di waktu istirahat kantor, ada yang sebelum tidur, ada yang tiap ba’da shalat. Semuanya bergantung pada aktivitas kita. Yang jelas waktu khusus itu harus ada.

Tapi usahakan untuk menyediakan beberapa saat [meski cuma seperempat jam, misalnya] di sepertiga malam kita. Itulah waktu yang paling utama.

3. Ukur kemampuan kita.
Cobalah ukur dulu kemampuan tilawah/menghafal kita dengan membaca/menghafal di saat kondisi kita sedang normal. Titik di mana kita mulai merasa lelah, di sanalah kemampuan kita saat itu. Mungkin ada yang baru satu halaman sudah kehilangan konsentrasi, ada yang satu juz masih bersemangat. Itulah jumlah waktu interaksi kita dalam sehari pada saat itu. Ada yang setengah jam, satu jam.

Tapi ingat, jangan mengukur dengan “kekuatan kita saat bersemangat”, karena kita faham bahwa kondisi kita naik turun. Tapi juga jangan menggunakan standar yang terlalu sedikit, karena khawatir kita tidak terdorong untuk bekerja keras.

Untuk seseorang yang bekerja, misalnya. Jika dia sedang fokus pada belajar membaca, maka mulailah dari satu lembar perhari. Jika waktunya lebih luang, bisa dimulai dengan jumlah yang lebih banyak. Setelah satu bulan dan terlihat istiqomah, mulailah tambah secara bertahap. Lebih baik jika tilawahnya itu tercatat.

4. Sekarang mulailah!
Satu niat baik tidak akan berkembang jika tidak direalisasikan. Setelah antum menentukan skala prioritas, menentukan waktu wajib, dan menyesuaikannya dengan kemampuan kita, maka segeralah mulai dengan segera:

- Jika antum sedang belajar membaca
Porsi tilawah harus lebih banyak. Jangan terburu-buru untuk menghafal. Jika waktu wajib antum satu jam, misalnya, maka bagi tigalah waktu tersebut:
— setengah jam untuk tilawah yang mengutamakan jumlah yang banyak.
— seperempat jam untuk tilawah yang memfokuskan pada tajwid [cukup satu/dua halaman yang diulang secara tartil]
— seperempat jam untuk tilawah yang disertai terjemahan [lebih baik lagi jika kita memahami ayat secara langsung]

- Jika antum sudah mulai menghafal
Waktu interaksi idealnya sudah meningkat. Kita asumsikan saja dua jam. Jika kita bagi tiga:
— setengah jam untuk menambah hafalan baru
— setengah jam untuk tilawah biasa
— satu jam untuk muroja’ah: murojaa’ah sekilas dan muroja’ah tarsikh [yakni muroja'ah yang jumlahnya sedikit tapi berkualitas, sehingga ayat yang dimuroja'ah tarsikh selalu siap diuji]

- Jika hafalan sudah banyak
Waktu interaksi lebih meningkat lagi. Dengan jumlah muroja’ah mendominasi waktu kita.

5. Istiqomah.
Niatkanlah bahwa kita melakukan semua ini sebagai sebuah ibadah. Seperti halnya shalat. Kita telah melakukannya puluhan tahun dan kita terus melaksanakannya. Karena kita meyakini kewajiban dan keutamaannya. Atau kita yang sudah bekerja bertahun-tahun, setiap hari melakukan rutinitas yang sama, tapi kita tetap istiqomah, karena kita benar-benar membutuhkannya.

Perasaan semacam ini harus benar-benar dihadirkan, karena membaca dan menghafal Al Qur’an adalah aktivitas seumur hidup. Ukurannya adalah kematian kita. Jadi, bersabarlah!

Demikian yang disampaikan oleh Ust. Abdul Aziz Abdur Rouf dan Ust. Ahmad Muzzammil kepada kami.
Wallahu A’lAM.

source: myquran.org

Ditulis dalam ISLAM | Bertanda: | 2 Komentar »

Menu makanan Rasulullah

Posted by taufik16ma pada Oktober 9, 2009

Rasulullah saw membuka menu sarapannya dengan air dingin yang dicampur dengan madu. Dalam Al Qur’an, madu merupakan syifaa (obat) yang diungkapkan dengan isim nakiroh, menunjukkan arti umum dan menyeluruh.

Pada dasarnya madu bisa menjadi obat atas berbagai penyakit. Madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus, dan menyembuhkan sembelit, wasir, luka bakar, dan peradangan.

Tujuh butir kurma ajwa (matang) menjadi kebiasaan Rasulullah saw menjelang siang. Beliau pernah bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun.” Hal ini terbukti ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang Khaibar, racun yang tertelan oleh beliau kemudian bisa dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Sementara itu Bisyir ibu al Barra’, salah seorang sahabat yang ikut makan racun tersebut akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah saw selamat dari racun tersebut. Rahasianya adalah tujuh butir kurma yang biasa dikonsumsi Rasulullah saw.

Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Tentu saja tidak hanya cuka dan minyak zaitun, tetapi dikonsumsi dengan makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak sekali, diantara mencegah lemah tulang, kepikunan, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol, dan melancarkan pencernaan.

Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur- sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit. Setelah makan malam Rasulullah tidak langsung tidur. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan mudah dicerna. Caranya bisa juga dengan shalat.

Rasulullah saw bersabda: “Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras.”

sumber : http://coliq.web.ugm.ac.id/index.php?menu=artdet&art=321&nm=Kesehatan&t=Hidup%20Sehat%20Ala%20Rasulullah%20SAW

Ditulis dalam kesehatan | 1 Komentar »

Dampak kerja malam hari

Posted by taufik16ma pada Oktober 4, 2009

Friday, 02 October 2009 15:47

Bekerja pada malam hari lebih buruk dari merokok, demikian kata peneliti. Benarkan bekerja di malam hari rawan kanker?

Hidayatullah.com
–Agen Penelitian Kanker Internasional (IARC) baru-baru ini memutuskan untuk memasukkan poin mengenai bekerja pada malam hari ke dalam daftar pekerjaan beresiko kanker.

Dalam daftar tersebut juga termasuk sinar ultraviolet, karbon hitam, mesin pembuangan uap, zat-zat pewarna berbahaya, dan sebagainya. Dengan demikian karyawan memiliki hak untuk mendapat kompensasi bagi resiko pekerjaan tambahan, saat mereka diharuskan lembur pada malam hari.

Ilmuwan Jepang dari University of Occupational and Environmental Health mengadakan sebuah eksperimen.

Mereka mengamati 14.000 orang selama 10 tahun. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa karyawan yang bekerja dengan jam kerja fleksibel lebih banyak  menderita kanker prostat dibanding mereka yang bekerja dengan jam kerja standar.

Pakar Denmark dari Institute of Cancer Epidemiology memeriksa 7.000 wanita berusia 30 hingga 54 tahun. Diketahui bahwa para wanita yang bekerja setidaknya selama enam bulan lamanya pada malam hari, memiliki peluang lebih tinggi mengidap tumor payudara.

Richard Stevens, seorang profesor dari Connecticut University Health Center, merupakan ilmuwan pertama yang mengamati interkoneksi antara bekerja malam hari dan kanker payudara pada tahun 1987.

Ilmuwan menyelidiki alasan merebaknya kanker payudara pada tahun 1930-an, yang saat itu banyak perusahaan mulai menetapkan 24 jam kerja penuh sehari dengan mempekerjakan wanita sebagai buruh siang dan malam.

Mereka yang sering lembur malam hari juga memiliki resiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Para ilmuwan dari University of Milan memeriksa 22 ahli logam pria yang memiliki jam kerja berbeda setiap minggunya.

Pengamatan harian kerja jantung mereka menunjukkan bahwa rata-rata detak jantung dan aktivitas sistem yang berhubungan dengan hormon, tidak mengalami perubahan saat bekerja pada malam hari. Dengan kata lain, orang-orang tersebut sadar dan bekerja, walaupun kerja jantung dan pembuluh darah berkurang seperti layaknya saat mereka tidur. Hal ini berarti aktivitas ketegangan dan fisik berada di luar batas kekuatan mereka saat malam hari.

Kepala penelitian Rafaello Furlan percaya bahwa tubuh manusia tidak dapat beradaptasi dengan aktivitas malam hari, yang sesudahnya dapat berakibat pada penyakit jantung. Namun, para ilmuwan belum mengetahui pastinya mekanisme penyakit ini akan muncul pada saatnya.

Ilmuwan menyampaikan beberapa teori yang menjelaskan dampak negatif bekerja malam hari terhadap kesehatan manusia.

Pertama dan yang terpenting, seorang manusia merupakan mahkluk yang hidup pada siang hari. Bekerja pada malam hari dan tidur saat siang hari mengganggu bioritme harian dan rentan terkena berbagai penyakit.

Organisme manusia memproduksi melatonin, yaitu hormon tidur pada malam hari. Hormon ini mengatur ritme biologis sama seperti hormon-hormon lainnya. Apabila seseorang tidak tidur pada malam hari, sistem akan mengalami penyimpangan. Gaya hidup malam hari membuat sulit diri sendiri.

Penduduk di wilayah utara sering menderita polar tension syndrome (sindrom yang sering dialami penduduk kutub utara), yang diakibatkan musim dingin gelap yang panjang, kurangnya vitamin, kondisi iklim yang buruk, dan musim panas yang sangat jarang. Kekurangan sinar matahari merupakan cobaan serius bagi seorang manusia. Akan menyebabkan depresi, seringkali tidak diketahui oleh si penderita.

Konsekuensi negatif bekerja malam hari tidak berakhir di sini. Nausea, gangguan lambung, sakit perut, diare, dan hilangnya nafsu makan, merupakan berbagai keluhan umum yang sering dialami karyawan yang bekerja malam.

Tidur yang baik sangat dianjurkan agar fungsi perut bekerja normal. Kerja malam membingungkan jam kerja biologis tubuh, untuk mensinkronisasikan konsumsi makanan dan pencernaan. [val/pravda.ru/erb/www.hidayatullah.com]

Ditulis dalam kesehatan | Bertanda: | 1 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.